Bonggo Menuju Ketahanan Energi Dengan Budidaya Jarak Pagar

Sumber : http://putrabonggo.blogspot.com/2011/04/bonggo-menuju-ketahanan-energi-dengan.html

 

buah jarak para petani di bonggo

Berawal dari gebrakan yang di buat oleh Bapak Berthus Kyeu Kyeu tahun 2009, dimana  beliau mengembangkan bibit jarak pagar dan di bagikan kepada masyarakat di daerah bonggo untuk di tanam di lahan mereka sebagai pagar. Setiap rumah menanam 500 pohon di sekeliling ladang mereka yang rata-rata seluas dua hektar dan sekitar rumah sebagai pagar hidup. Karena daun jarak pagar tidak di sukai oleh ternak sapi kambing ataupun hewan lainya sehingga dapat melindungi tanaman di dalam pagar hidup tersebut.
Jarak Pagar adalah tanaman teropis dari Meksiko Amerika Tengah dengan nama Jatropha Curcas.
Jatropha curcas konon di bawa ke indonesia pada jaman penjajahan jepang di indonesia dan ditanam lewat kerja paksa. Dan ditengah krisis BBM tahun 2005 ternyata minyak nabati dari Jarak Pagar 
(Jatropha curcas)  dapat di kelola menjadi bahan bakar penganti minyak bumi yang dihasilkan oleh fosil, serta dinilai mampu menjadi energi alternative atau yang lebih tepat disebut Energi Hijau – Bio Fuel.
Hal tersebut yang membuat Bapak Berthus Kyeu Kyeu beserta rombongan mengadakan Studibanding di Jawa Barat tentang Pengembangan dan pengolaan Jarak Pagar.
Dalam rangka menjamin pasokan energy dalam negeri, telah diterbitkan Peraturan Presiden RI No. 5 Tahun 2006 tentang kebijakan Energi Nasional. Dalam Peraturan Presiden  tersebut antara lain disebutkan  bahwa penyediaan biofuel pada tahun 2025 minimal 5% dari kebutuhan energy nasional. Untuk menyiapkan penyediaan biofuel  ini,  telah  dikeluarkan  instruksi  Presiden  No.  1  Tahun  2006,  tentang penyediaan dan pemanfaatan Bahan Bakar Nabati (Biofuel) kepada 13 Menteri, Gubernur  dan  Bupati/Walikota  seluruh  Indonesia  dan  di  instruksikan  untuk melakukan  percepatan  penyedian  bahan  bakar  nabati  (biofuel)  sebagai  bahan bakar lain. Oleh karena itu, pengembangan tanaman penghasilan minyak nabati sebagai  bahan  baku  bahan  bakar  nabati  harus  segera  diupayakan.
Salah satunya kabupaten Sarmi Papua yang kini telah di kembangkan di distrik bonggo.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: