Program Penanaman Jarak Pagar Mulai Berbuah

SUMBER : http://www.esdm.go.id/siaran-pers/55-siaran-pers/1876-program-penanaman-jarak-pagar-mulai-berbuah.html

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
REPUBLIK INDONESIA

SIARAN PERS
NOMOR : 47/HUMAS DESDM/2008
Tanggal : 17 Juli 2008

Program Penanaman Jarak Pagar Mulai Berbuah
Program penanaman Jarak Pagar mulai berbuah di berbagai daerah. Ini merupakan hasil program pengembangan Jarak Pagar yang dimulai sejak beberapa tahun lalu. Berdasarkan catatan Tim Nasional Pengembangan Bahan Bakar Nabati (Timnas BBN), tanaman Jarak Pagar dikembangkan di Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua, Irjabar, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat.

Untuk mendukung pengembangan BBN, pemerintah juga telah mendistribusikan 288 unit alat pengepres biji jarak pagar dan 250 unit alat pemurnian minyak ke beberapa Provinsi dan Kabupaten, seperti Sumatera, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTT, NTB, Sulawesi Barat, Gorontalo, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

Sesuai dengan tujuan pengembangan BBN, yaitu menuju terbentuknya Desa Mandiri Energi (DME), untuk tahun-tahun pertama diharapkan biji jarak pagar dapat dimanfaatkan langsung sebagai bahan bakar untuk memasak. Selain itu, apabila di daerah tersebut telah tersedia alat pengupas dan alat pengepres, biji jarak pagar dapat diambil minyaknya sebagai pencampur minyak tanah, baik untuk memasak ataupun penerangan.

Jika masih ada sisa produksi, ada beberapa cara penjualan produk, baik dalam bentuk minyak murni, ataupun dalam bentuk biji. Minyak murni Jarak Pagar bisa dijual ke PT PLN sebagai pencampur solar yang digunakan sebagai bahan bakar. Badan Litbang Departemen ESDM juga membeli minyak murni untuk dijadikan biodiesel. Petani dapat menjual minyak murni maupun biji jarak ke beberapa perusahaan swasta seperti PT Indo Bioenergy, PT Indocement, dan PT Tri Agri Odjahan.

Berdasarkan perhitungan, 3-4 kilogram biji jarak pagar kering dapat menghasilkan 1 liter minyak Jarak Pagar murni. Saat ini, beberapa pengusaha sudah berani membeli biji jarak pagar kering antara Rp 1.000 – Rp 1.200 per kilogram biji kering di tempat petani. Bahkan, PT Indocement membeli dengan harga Rp 1.650 per kilogram.

Agar penjualan produk minyak dan biji Jarak Pagar dapat berjalan dengan baik serta berkelanjutan, petani diharapkan dapat membentuk suatu Usaha Bersama dan menghubungi pemerintah daerah cq Dinas Perkebunan, Pertanian atau Energi yang terkait dengan pengembangan BBN.

Jarak Pagar akan berbuah secara ekonomis setelah mencapai umur 4 sampai 5 tahun. Penanaman jarak pagar sebaiknya tidak dilakukan di lahan yang cukup subur, karena pada dasarnya jarak pagar dapat tumbuh di daerah yang marginal. Untuk dapat menghasilkan minyak yang cukup banyak, petani sebaiknya menggunakan biji jarak pagar yang sudah mendapat sertifikasi, sebagaimana benih yang dihasilkan oleh Departemen Pertanian yang terbukti dapat menghasilkan cukup baik, yaitu IP-1 dan IP-2.
Kepala Biro Hukum dan Humas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: