Tanaman jarak pagar dan peluang bisnisnya

sumber : http://partisimon.com/blog/tanaman-jarak-pagar-dan-peluang-bisnisnya.html

tanaman jarak siap panen

proses pengelolaan buah jarak menjadi minyak biosel

 

 

 

 

 

 

 

Dengan harga minyak yang hampir menyentuh US$ 100 per barrel, keadaan ini semakin membuat bahan bakar nabati (biofuel) semakin diminati untuk diteliti dan diproduksi, karena layak dari sudut pandang ekonomi. Salah satu jenis biofuel berasal dari tanaman jarak pagar (Jatropha Curcas). Semakin hari, minyak yang berasal dari jarak pagar semakin populer saja.

Menurut pakar jarak pagar, Dr.Ir.Robert Manurung, MEng, lingkungan tanah dan iklim di Indonesia memungkinkan jarak dapat tumbuh dengan baik dan subur, apalagi didukung oleh curah hujan di Indonesia yang cukup memadai.

Saat ini, selain jarak pagar, sumber biofuel dapat pula berasal dari tanaman pangan, seperti jagung dan kedelai. Namun ternyata biofuel yang berasal dari tanaman pangan banyak ditolak. Karena diperkirakan akan menyebabkan kelangkaan bahan pangan, dan beberapa waktu lalu dapat kita rasakan bersama, dimana kedelai sebagai bahan baku makanan sehari-hari seperti tempe, tahu, susu kedelai dan lain-lain, mengalami kelangkaan di pasar, dan disinyalir hal ini di karenakan pengaruh dari program biofuel yang berasal dari kedelai.

Perserikatan Bangsa-Bangsa juga sudah mengakui, bahwa potensi tanaman jarak juga dapat untuk merehabilitasi tanah, mengurangi kemiskinan dan mengembangkan kemakmuran. Jadi arahnya, masyarakat disini di proyeksikan bukan sekedar menjadi pemakai biofuel, tetapi juga sebagi produsen.

Bahkan, Dr Robert Manurung, yang telah melakukan penelitian tanaman jarak sejak tahun 1991, menyebutkan bahwa: “Popularitas jarak tidak lain karena tanaman ini memang istimewa. Biji jarak cukup di peras dan minyaknya langsung digunakan sebagai bahan bakar. Tinggal di hilangkan gum-nya, tetapi itu tidak sulit dan tidak mahal“.

 

Namun demikian, dalam pandangan saya, pengembangan minyak biofuel dari tanaman jarak ini harus dalam skala besar supaya efisien, selain itu harus ada permintaan pasar yang besar sehingga usaha ini dapat berkembang. Selain itu, jarak bukan hanya menghasilkan bahan bakar nabati, tetapi juga potensi lainnya dari bagian-bagian tanaman jarak yang mungkin dapat di manfaatkan (industri turunan lainnya), seperti ada yang mengatakan bahwa bangkil tanaman jarak ini dapat dijadikan pakan ternak, sabun pestisida dan lainnya. Memang perlu penelitian lebih jauh, dan diharapkan keterlibatan pihak universitas dan pemerintah dan pemodal swasta dalam mendorong produksi dan pemanfaatan minyak jarak, misalnya pengenaan pajak yang ringan untuk industri ini. Karena dapat kita pastikan bersama, beberapa puluh tahun kedapan, minyak yang di sedot dari dalam bumi akan mulai menipis, bisa jadi harganya mencapat US$ 500 per barrel … (ini becanda loh …)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: