BUDIDAYA DAN MANFAAT JARAK PAGAR ( Jatropha curcas L

 


______________________________________________________________________________

PENDAHULUAN

Ketika bahan bakar minyak (BBM) sebagai energi yang tidak dapat didaur ulang (

non renewable energy ), lama kelamaan persediaan bahan bakar minyak mulai menipis

dan mahal,maka banyak negara berusaha keras mencari sumber energi alternatif. Negaranegara

tersebut tidak mau terus-menerus bergantung pada BBM yang mahal dan

menguras devisa. Selain tebu dan tanaman lain yang bisa diproses menjadi etanol sebagai

pengganti Bahan Bakar Minyak Bumi (BBM) dan atau pengganti energi fosil ( solar,

minyak tanah dan minyak bakar), ada pula Jarak Pagar (Jatropha curcas L) yang bisa

menjadi sumber energi alternatif dan menjadi bahan bakar hayati dengan sumber energi

terbarukan ( renewable energy ) atau energi hijau yang terbarukan ( biofuel ).

 

JENIS DAN MORFOLOGI

Jarak Pagar juga dikenal dengan nama jarak budeg, jarak gundul, atau jarak cina.

Tanaman yang berasal dari daerah tropis di Amerika Tengah ini tahan kekeringan dan

tumbuh dengan cepat.

Jarak Pagar berbeda dengan Jarak kaliki atau Jarak kepyar atau Jarak kosta

(Ricinus communis), yang mempunyai ciri seperti tanaman singkong racun, buahnya

berbulu seperti rambutan. Jarak kepyar juga menghasilkan minyak dan digunakan sebagai

bahan baku atau bahan tambahan industri cat vernis, plastik, farmasi, dan kosmetika,

sehingga sudah lama dibudidayakan secara komersial di Indonesia. Akan tetapi, minyak

jarak kepyar tidak cocok digunakan sebagai bahan bakar biofuel karena terlalu kental,

jadi hanya bisa digunakan sebagai pelumas.

Jarak kaliki (Ricinus communis), merupakan tanaman tahunan berumur pendek

( bianual), berbuah setahun sekali ( terminal ), sedangkan jarak pagar ( Jatropha curcas )

mampu berbuah terus menerus apabila Agroklimatnya mendukung.

Jarak pagar mempunyai sosok yang kekar, batang berkayu bulat dan mengandung

banyak getah. Tinggi mencapai 5 meter dan mampu hidup sampai 50 tahun. Daun

tunggal, lebar, menjari dengan sisi berlekuk-lekuk sebanyak 3 – 5 buah., bunga berwarna

kuning kehijauan, berupa bunga majemuk berbentuk malai, berumah satu dan uniseksual,

kadang-kadang ditemukan bunga hermaprodit. Jumlah bunga betina 4 – 5 kali lebih

banyak daripada bunga jantan. Buah berbentuk buah kendaga, oval atau bulat telur,

berupa buah kotak berdiameter 2 – 4 cm dengan permukaan tidak berbulu ( gundul ) dan

berwarna hijau ketika masih muda dan setelah tua kuning kecoklatan. Buah jarak tidak

masak serentak Buah jarak pagar terbagi menjadi 3 ruangan, masing-masing ruangan 1

biji. Biji berbentuk bulat lonjong berwarna cokelat kehitaman dengan ukuran panjang 2

cm, tebal 1 cm, dan berat 0,4 – 0,6 gram/biji. Jarak pagar termasuk dalam familia

Euphorbiaceae satu famili dengan tanaman karet dan ubikayu. Adapun klssifikasi Jarak

pagar sebagai berikut :

Divisi : Spermatophyta

Sub divisi : Angiospermae

Kelas : Dicotyledonae

Ordo : Euphorbiales

Famili : Euphorbiaceae

Genus : Jatropha

Spesies : Jatropha curcas L.

Jarak Pagar dapat ditemukan tumbuh subur di berbagai tempat di Indonesia.

Umumnya terdapat di pagar-pagar rumah dan kebun atau sepanjang tepi jalan, tapi jarang

ditemui berupa hamparan. Tanaman Jarak pagar berbentuk pohon kecil maupun belukar

besar yang tingginya mencapai lima meter. Cabang-cabang pohon ini bergetah dan dapat

diperbanyak dengan biji, setek atau kultur jaringan dan mulai berbuah delapan bulan

setelah ditanam dengan produktivitas 0,5 – 1,0 ton biji kering/ha/tahun. Selanjutnya akan

meningkat secara bertahap dan akan stabil sekitar 5 ton pada tahun ke lima setelah tanam.

BUDIDAYA

 

Persyaratan Lingkungan

Tanaman jarak sebagai tanaman yang tahan terhadap kondisi lingkungan yang

sangat kritis dan mudah beradaptasi dengan lingkungannya. Agar pertumbuhannya

optimal maka diperlukan Latitut 50º LU – 40º LS, Altitut 0 – 2000 m dpl, suhu berkisar

antara 18º- 30oC. Pada daerah dengan suhu rendah ( <18oC) menghambat pertumbuhan,

sedangkan pada suhu tinggi ( > 35oC) menyebabkan gugur daun dan bunga, buah kering

sehingga produksi menurun. Curah hujan antara 300 mm – 1200 mm per tahun. Dapat

tumbuh pada daerah yang kurang subur tetapi drainase baik tidak teergenag dan pH tanah

antara 5,0 – 6,5.

Persiapan Lahan

Kegiatan persiapan lahan meliputi pembukaan lahan (land clearing), pengajiran

dan pembuatan lubang tanam. Lahan yang akan ditanami dibersihkan dari semak belukar

terutama disekitar calon tempat tanam. Pengajiran dilakukan dengan menancapkan ajir

(bisa dari bambu atau batang kayu) dengan jarak tanam disesuaikan dengan rencana

populasi tanaman yang dikehendaki. Penanaman dengan jarak tanam 2.0 m x 3.0 m di

dapatkan populasi sebanyak 1600 pohon/ha), jarak tanam 2.0 m x 2.0 m didapatkan

populasi sebanyak 2500 pohon/ha) atau jarak tanam 1.5 m x 2.0 m didapatkan populasi

sebanyak 3300 pohon/ha). Pada areal yang miring sebaiknya digunakan sistem kontur

dengan jarak dalam barisan 1.5 m. Lubang tanam dibuat dengan ukuran 40 cm x 40 cm x

40 cm.

Pembibitan

Bahan tanam dapat berasal dari stek cabang atau batang, maupun benih. Bahkan

penyediaan bibit dengan tekhnik kultur jaringan dimungkinkan. Jika menggunakan setek

dipilih cabang atau batang yang telah cukup berkayu. Sedangkan untuk benih dipilih dari

biji yang telah cukup tua yaitu diambil dari buah yang telah masak biasanya berwarna

hitam. Pada saat ini di Indonesia belum ada varietas maupun klon unggul jarak pagar,

sehingga sumber benih masih mengandalkan pengumpulan petani. Peluang untuk

penelitian ke arah ini masih sangat luas sehingga menjadi tantangan bagi perguruan tinggi

maupun lembaga atau balai penelitian.

Pembibitan dapat dilakukan di polibag atau di bedengan. Setiap polibag diisi

media tanam berupa tanah lapisan atas (top soil) dan dicampur pupuk kandang. Setiap

polibag ditanami 1 (satu) benih. Tempat pembibitan diberi naungan / atap dengan bahan

dapat berupa daun kelapa, jerami atau paranet. Lama di pembibitan 2 – 3 bulan. Kegiatan

yang dilakukan selama pembibitan antara lain penyiraman (setiap hari 2 kali pagi dan

sore), penyiangan dengan melakukan pembersihan gulma sekitar tanaman dan seleksi

dengan memilih bibit yang pertumbuhannya baik.

Pemilihan bibit tanaman Jarak pagar seharusnya mempertimbangkan tujuan dari

penanaman itu sendiri. Untuk tujuan produksi bibit yang digunakan tidak harus berasal

dari biji, karena umur panen bibit asal stek lebih cepat daripada biji. Sedangkan untuk

tujuan konservasi memang disarankan bibit asal biji karena perakaran lebih kuat.

Disamping itu kondisi kemiringan lahan juga menentukan jenis bibit yang dipakai.

Dianjurkan kepada calon penanam untuk mengkonsultasikan dahulu aspek-aspek

yang berhubungan dengan teknis budidaya, desain kebun, aspek biaya dll.kepada yang

lebih mengetahui bidangnya. Dengan teknis yang benar sesungguhnya tidak harus anda

menggunakan bibit yang bertunas, tetapi bibit stek yang belum bertunaspun bisa

menyamai asal dengan perlakuan yang tepat

Untuk mendapatkan hasil Jarak pagar yang maksimal, maka didalam mencari

bibit, harus benar-benar melihat beberapa faktor keberhasilan, seperti bibit jarak tidak

dapat diambil dari pohon induk yang tidak berbuah terutama bibit yang berasal dari stek,

karena hasil penelitian telah membuktikan bahwa bibit stek dari pohon induk yang tidak

berbuah, maka setelah tanaman dewasa tidak berbuah juga, jika pohon induk hanya

berbuah 1-3 buah hasil bibitpun sama, oleh karena itu, jika mau beli bibit, harus betulbetul

memperhatikan varietas pohon induk, jika tidak hasilnya akan merugikan. Stek

tidak baik diambil dari pucuk / batang muda, tapi dari batang yang sudah tua dengan

diameter batang sekitar 2-3 Cm.

Penanaman

Penanaman dilakukan pada awal atau selama musin penghujan sehingga

kebutuhan air bagi tanaman cukup tersedia. Bibit yang ditanam dipilih yang sehat dan

cukup kuat serta tinggi bibit sekitar 50 cm atau lebih. Saat penanaman tanah disekitar

batang tanaman dipadatkan dan permukaannya dibuat agak cembung.

Penanaman dapat juga dilakukan secara langsung di lapangan (tanpa pembibitan) dengan

menggunakan stek cabang atau batang.

Dalam budidaya tanaman jarak pagar disarankan menerapkan sistem tumpangsari

dengan tanaman lain seperti jagung, wijen, atau padi ladang sehingga selain mengurangi

resiko serangan hama penyakit juga diversivikasi hasil. Jika pola penanaman dengan

tumpangsari maka jarak tanam digunakan jarak agak lebar misalnya 2.0 m x 3.0 m

Pengendalian

Gulma disekitar tanaman dikendalikan baik secara manual / mekanis maupun

secara kimia. Pelaksanaan pengendalian gulma dapat bersamaan dengan kegiatan

pembumbunan barisan tanaman.

Pemupukan

Pada prinsipnya pemberian pupuk bertujuan untuk menambah ketersediaan unsur

hara bagi tanaman. Jenis dan dosis pupuk yang diperlukan disesuaikan dengan tingkat

kesu buran tanah setempat. Belum ada dosis rekomendasi khusus untuk tanaman jarak

pagar. Jika diasumsikan pemupukan sama dengan jarak kepyar maka dosis pupuk untuk

tana man Jarak pagar per Ha : 80 kg N, 18 kg P2O5, 32 kg K2O, 12 kg CaO dan 10 kg

MgO. Pupuk N diberikan pada saat tanam dan umur 28 hari setelah tanam (HST),

sedangkan pupuk P, K, Ca dan Mg diberikan saat tanam Pemberian pupuk organik

disarankan untuk memperbaiki struktur tanah.

Pemangkasan

Pemangkasan dilakukan bertujuan untuk meningkatkan jumlah cabang produktif.

Pemangkasan batang dapat mulai dilakukan pada ketinggian sekitar 20 cm dari

permukaan tanah untuk meningkatkan jumlah cabang. Pemangkasan dilakukan pada

bagian batang yang telah cukup berkayu (warna coklat keabu-abuan).

Pengendalian Hama dan Penyakit

Tanaman jarak pagar yang ditanam petani di Indonesia umumnya sedikit atau

hampir tidak ada serangan hama dan penyakit. Hal ini kemungkinan disebabkan sistem

penana mannya yang umumnya dicampur dengan tanaman lain seperti gamal (Glyrecidia

macu lata) dan waru. Jika penanaman dilakukan secara luas apalagi dengan sistem

monokultur diduga akan timbul serangan hama dan penyakit.

Pada sistem penanaman jarak di Tanzania dan Nicaragua dilaporkan adanya

serangan serangga pada inflorecent bunga dan buah serta serangan rayap pada pangkal

batang. Untuk itu pengendalian dapat dilakukan secara teknis maupun kimia.

Panen dan Produktivitas

 

Panen

Panen pertama akan dimulai umur tanaman 8-9 bulan dan akan terus menerus

berbuah sepanjang tahun. produksi puncak akan dimulai tahun ke-5 di bawah lima tahun

produksi nya belum maksimal dan akan terus meningkat.

Jumlah panen / 1 Ha

Besar panen dalam 1 ha tergantung banyak faktor, diantaranya kerapatan

tanaman, intensitas sinar matahari, kesuburan tanah, cara pemeliharaan dsb, hanya

sebagai gambaran produksi per Ha akan berkisar antara 10 sampai dengan 20 ton per

tahun.

Tanaman jarak pagar (Jatropha curcas) mulai berbunga setelah umur 3 – 4 bulan,

sedangkan pembentukan buah mulai pada umur 4 – 5 bulan. Pemanenan dilakukan jika

buah telah masak, dicirikan kulit buah berwarna kuning dan kemudian mulai mengering.

Biasanya buah masak setelah berumur 5 – 6 bulan. Tanaman jarak pagar merupakan

tanaman tahunan yang dapat hidup lebih dari 20 tahun apabila dipelihara dengan baik.

Pemanenan dengan cara memetik buah yang telah masak dengan tangan atau

gunting. Produktivitas tanaman jarak berkisar antara 3.5 – 4.5 kg biji / pohon / tahun.

Produksi akan stabil setelah tanaman berumur lebih dari 1 tahun. Dengan tingkat populasi

tanaman antara 2500 – 3300 pohon / ha, maka tingkat produktivitas antara 8 – 15 ton biji /

ha. Jika rendemen minyak sebesar 35 % maka setiap ha lahan dapat diperoleh 2.5 – 5 ton

minyak / ha / tahun.

Perhitungan ekonomis

Aspek ekonomis tanaman jarak pagar lebih rendah dari tanaman padi, jadi tidak

direkomendasi untuk lahan pesawahan

Harga bibit biji atau stek.

Harga bibit stek Rp 400,- per polybag, batangan hanya Rp 120 per stek batang.

harga biji higrade Rp 21 per butir, sedangkan kualitas campur sekitar Rp 20.000 per kg

harga minyak jarak dan biodiesel (setelah di olah)

Bila sudah produksi masal harga minyak jarak sekitar Rp 1.500 sampai dengan

Rp 1.800 sedangkan biodieselnya sekitar Rp 3.500, sampai dengan Rp 4.200 tergantung

skala produksi dan kemampuan menekan cost. tenaga kerja yang dibutuhkan untuk

penanaman, pemeliharaan dan panen akan berbeda beda dalam hal jumlah tenaga yang

dibutuhkan. Untuk penanaman cukup dengan 2 orang per hektar, bisa dikerjakan 1

minggu dengan 2500 pohon diluar land clearing, untuk pemeliharaan 1 orang bisa

memelihara 10 sampai dengan 20 Ha lahan, kalau dengan teknologi yang tepat hanya 1

orang bisa memelihara sampai 50 ha.

TIPS

Tanaman Jarak termasuk tanaman beracun, terutama bijinya mengandung racun

forbol yang dapat menyebabkan muntah / pencahar yang sangat kuat apabila biji jarak

pagar termakan. Dilarang keras mendekatkan biji jarak dengan makanan apalagi

memberikan kepada anak-anak untuk mainan dikhawatirkan biji akan dimakan oleh anak.

MANFAAT

 

Secara Ekologis

Jarak pagar dapat digunakan untuk mereklamasi lahan-lahan tererosi dan dapat

menyerap pencemaran udara yang disebabkan oleh gas CO2 ( Karbon Dioksida ), NOx,

dan SOx . Kemmapuan Jarak pagar menyerap gas CO2 dari atmosfir cukup tinggi, sebesar

1,8 kg/ kg bagian kering tanaman.

Jatropha curcas juga tahan terhadap stress air, sehingga cocok ditanam di daerah

yang kekurangan air. Pada musim kemarau dapat menggugurkan daunnya, tetapi akarnya

mampu menahan air dan tanah, sehingga disebut juga sebagai tanaman pioner, tanaman

penahan erosi dan dapat mengurangi kecepatan angin. Jadi usaha penghijauan dengan

Jarak pagar sangat bermanfaat.

Untuk Obat dan Kosmetik

Disamping itu juga bermanfaat sebagai bahan baku berbagai macam obat-obatan,

pembuatan sabun, cat dan kosmetika. Ampas bijinya merupakan sumber pupuk organik

dan pakan ternak setelah mengalami proses Detoksifikasi. ( penghilangan racun ).

Pemanfaatan biji atau minyak jarak pagar tidak berkompetisi dengan penggunaan

minyak sawit, minyak kelapa yang biasa digunakan untuk minyak makan atau industri

oleokimia, sehingga harganya dapat diharapkan relatif stabil.

Jarak pagar mengandung zat penyamak sebesar 11 – 18 %, sedangkan bijinya

berisi minyak curcos kurang lebih 35 – 45 % yang terdiri dari gliserida-gliseria, asam

palmitat, stearat dan kurkanolat. Minyak yang diambil dari pengepresan biji masih

mengandung protein racun yang disebut krusin, alkaoid dan saponin.

Minyak biji jarak pagar sangat beracun, berwarna kuning, kental dan tidak berbau.

Oleh karena itu minyak biji dan getah batang atau daunnya hanya boleh dipakai sebagai

obat luar, seperti obat kumur atau salep penyembuh luka, misalnya gigi lubang, tapi harus

hati-hati jangan terlalu banyak maka gigi bisa rontok. Racun ini bisa dinetralkan dengan

sejenis minuman keras yang disebut brandewijn.

Menurut Dr. A.P. Dharma bahwa air perasan daun jarak pagar yang kental dapat

digunakan sebagai peluntur, obat kumur, sampai pencuci borok. Sedangkan minyak yang

dicampur dengan belerang, parafin dan beberapa tetes terpentin dapat digunakan untuk

mengobati luka.

Di daerah pedesaan, getah jarak pagar yang berwarna jernih kekuningan sering

digunakan sebagai obat tradisional untuk obat tetes pada telapak kaki yang terkena kutu

air dan bercak. Disamping itu juga dapat digunakan sebagai obat pembasmi cacing kremi

dengan cara 5 lembar daun jarak pagar ditumbuk, kemudian ditambah 1 sendok teh minyak

kelapa, lalu ditempelkan pada dubur semalam ketika anak-anak sedang tidur dan

dibersihkan keesok harinya.

Pengganti Minyak Tanah

Pada saat Bahan Bakar Minyak (BBM ) sebagai energi non renewable atau tidak

dapat didaur ulang, semakin lama persediaan semakin menipis dan mahal, sehingga

banyak negara mencari sumber energi alternatif dengan serius. Hal ini terjadi karena

tidak mau terus menerus bergantung pada BBM yang mahal dan menguras devisa negara.

Selain tebu dan tanaman lain yang yang dapat diproses menjadi etanol sebagai

pengganti BBM adapula Jarak pagar ( Jatropha curcas L.) yang dapat menghasilkan

Biodesel. Beberapa negara yang miskin sumber daya BBM, seperti India, Tanzania dan

Gambia telah lama mengembangkan Jarak pagar sebagai pengganti Kerosin ( minyak

tanah ) untuk kopor dan lampu.

Potensi Jarak pagar di Indonesia sebagai salah satu sumber energi alternatif

pengganti BBM darikomoditas pertanian ( biofuel) saat ini bukan wacana lagi, karena

Pemerintah melalui Blue Print Pengelolaan Energi Nasional yang dikeluarkan Departe

men Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) menetapkan kebutuhan energi nasional

akan dipenuhi dari sumber Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 4,4 % , dimana

sebesar 1,3 % berasal dari Biofuel ( setara dengan 4,7 juta kilo liter ).

PEMBUATAN MINYAK JARAK ALAMI ( Crude Jatropha Curcas Oil : CJCO)

 

Kegiatan Setelah Panen

 

Pengeringan dan Pengupasan

Pertama adalah mengeringkan buah jarak untuk mempermudah proses

pengupasan kulit buah, dengan cara dijemur dibawah sinar matahari. Setelah kering buah

ditaruh ditempat teduh menunggu proses pengupasan. Setelah itu buah dikupas dengan

cara : buah yang sudah kering diletakkan di atas permukaan yang keras seperti lantai

semen atau meja, lalu digiling atau ditekan dengan sebuah kayu sehingga kulit buah

pecah dan biji keluar. Untuk pengupasan bisa menggunakan alat yang lebih modern yaitu

dengan mesin yang telah dibuat oleh ITB atau Balai Besar Pengembangan Mekanisasi

Pertanian serpong.

Proses Ekstraksi

Minyak Jarak alami dibuat dari daging buah (kernel ). Alat yang digunakan

untuk membuat minyak kasar antara lain pengepres yang dapat digerakkan dengan tangan

atau mesin dengan teknologi yang sederhana sehingga dapat diaplikasikan di daerah

pedesaan. Selain alat yang sederhana ada juga alat yang modern, misalnya mesin

expeller, berfungsi untuk memeras kernel jarak pagar agar keluar minyak jarak alaminya,

kemudian minyak tadi dialirkan ke tangki degumming untuk menghilangkan getah dari

biji , tangki ini bertujuan untuk menghilangkan fosfor ( fosfolipid) dan pemanasan

digunakan untuk menghilangkan asam lemak bebas.. Ke dua bahan tersebut harus

dihilangkan jika mimyak jarak digunakan sebagai biodesel karena fosfor dapat

mengendap sebagai kerak diruang bakar diesel sedangkan asam lemak bebas bersifat

korosif yang dapat merusak komponen mesin diesel. Kemudia filer press digunakan

untuk menyaring hasil degumming, hasil dari saringan adalah minyak goreng, kental

licin, dan berbau tidak menyolok.

PEMBUATAN BIODESEL

Proses pembuatan Biodesel yang disebut transesterifikasi relatif sederhana :

Lemak atau minyak lemak yang diperoleh dari CJCO ( Jarak pagar) atau CPO ( kelapa

sawit) di beri metanol ( bisa diperoleh dari gas bumi atau biomassa) atau etanol dalam

keadaan katalis ( yaitu diberi KOH) dan dipanaskan dengan suhu diatur 25 – 80oC maka

akan menjadi ester metil/etil, asam-asam lemak ( biodesel) dan Gliserin. Gliserin

merupakan produk samping yang dapat digunakan pada industri farmasi, sabun dan

kosmetik. Kemungkinan juga gliserin dapat dikonversi menjadi etanol.

Apa tujuan dari proses transesterifikasi adalah untuk menurunkan viskositas atau

kekentalan CJCO sehingga akan menyamai petrodiesel ( solar atau ADO ) hingga

mencapai nilai 4,84 cst.

BAGAIMANA KEBERLANGSUNGAN PEMBUATAN BIODESEL DI

INDONESIA ?

Departemen Pertanian telah pula menyatakan kesiapannya dalam

menyediakan bahan baku biofuel dari komoditas pertanian, yaitu kelapa sawit dan jarak

pagar (biodiesel), tebu, sagu, ubi kayu, ubi jalar, dan sorghum (bioetanol).

Puslitbang Perkebunan, salah satu unit kerja Balitbang Pertanian Departemen

Pertanian, yang memiliki mandat melakukan penelitian tanaman jarak pagar, khususnya

dalam aspek perbaikan varietas, budi daya, dan pasca panen primer, telah menyusun

banyak program, antara lain ekplorasi, koleksi, dan konservasi plasma nutfah jarak pagar

dari berbagai provinsi.

Kebun Percobaan Asembagus, Jawa Timur. Berdasarkan evaluasi diharapkan

pada 2007 dapat dilepas 2-3 klon unggul. Eksplorasi akan dilanjutkan dengan

mengumpulkan bahan tanaman terseleksi untuk membangun kebun benih sumber jarak

pagar (KBSJ). Dari kegiatan ini direncanakan diperoleh 150.000 stek terseleksi yang

cukup untuk membangun 50 hektare KBSJ di kebun-kebun percobaan Puslitbang

Perkebunan (Asembagus, Jatim, dan Pakuwon, Jabar) yang penanamannya sudah dimulai

Pebruari-Maret 2006.

Kebun benih tersebut mulai menghasilkan akhir 2006 sebanyak 15 ton biji, yang

akan meningkat secara bertahap hingga 87,5 ton pada 2009. Secara kumulatif dari 2006

sampai 2009 akan dihasilkan 140 ton biji terseleksi yang cukup untuk memenuhi

kebutuhan sekitar 70.000 hektare pertanaman jarak pagar.

Mulai tahun ke-5 akan dihasilkan benih dalam bentuk stek sebanyak 1.250.000,

cukup untuk memenuhi kebutuhan benih 500 hektare pertanaman (2.500 stek per ha). Di

samping itu, Puslitbang Perkebunan juga memulai program penelitian dan pengembangan

bibit jarak pagar melalui teknologi kultur jaringan, dengan menggunakan tanaman hasil

seleksi massa (improved-populations) guna mendapatkan teknologi pengembangan bibit

jarak pagar secara cepat dan massal.

Sedangkan program jangka panjangnya adalah melanjutkan eksplorasi plasma

nutfah ke berbagai daerah yang belum dijangkau sebelumnya, sekaligus mengupayakan

introduksi plasma nutfah dari negara-negara asal jarak pagar, yakni Nikaragua, Meksiko,

Mali, dan India.

Jadi meskipun harga minyak dunia turun pembuatan biofuel harus tetap

berlangsung karena pada suatu saat cadangan minyak bumi akan habis karena merupakan

bahan nonrenewable. Patut dicontoh adalah Brasil yang konsisten mengembangkan

renewable energy ( gasohol ) sejak tahun 1972 sehingga mempunyai independensi suplai

bahan bakar.

Pustaka :

Alamsyah, A.N. 2006. Biodesel Jarak Pagar. Agromedia Pustaka. Jakarta.

Anonim, 2006. Pengembangan dan Pemanfaatan Jarak pagar ( Jatropha curcas L.).

Pusat Penelitian dan Pengambangan Perkebunan. Bogor.

Anonim, 2007. Budidaya Tanaman Jarak pagar (Jatropha curcas L ) Sebagai

sumber alternatif Biofuel . Puslitbang Perkebunan .Bogor.

Prihandana, R dan Hendroko,R. 2006. Petunjuk Budidaya Jarak pagar. Agromedia.

Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: