Jatuh Bangun Pengembangan Energi Terbarukan

energiterbarukan.net – Untuk mengurangi ketergantungan kepada Bahan Bakar Fosil pemerintah terus berupaya melakukan diversifikasi energi ke energi yang lebih murah dan ramah lingkungan, namun untuk merealisasikannya bukan perkara mudah. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) harus jatuh bangun merobohkan tembok peghalang guna mencapai target penggunaan energi terbarukan (EBT) guna menghilangkan ketergantungan kepada bahan bakar minyak (BBM) bumi dan gas bumi.

Sebagai contoh, untuk pengembangan bahan bakar nabati (BBN), mulai 2008 lalu pemerintah telah menetapkan kewajiban mencampurkan BBN, tetapi hingga kini penyerapannya belum terlalu menggembirakan. 

Pasalnya dari sisi harga, BBN masih lebih tinggi dibandingkan dengan bahan bakar fosil sehingga pemerintah pun masih memberikan subsidi.Bukan hanya itu, dari sisi bahan baku penyediaannya untuk keperluan energi belum dibudidayakan sebagai tanaman industri  tetapi disisi lan harus juga bersaing dengan pasar ekspor. Misalnya Crude Palm Oil (CPO). Kendala lain, belum terintegrasinya penelitian bahan baku demikian juga untuk teknologinya. Sedangkan dari sisi regulasi belum terintegrasinya program Pemerintah Daerah (Pemda) dengan Pemerintah Pusat dalam penyedian lahan untuk bahan baku dan pengimplementasian PP 62 tahun 2008 belum berjalan baik.

Tidak hanya disitu persoalannya, dari kesiapan infrastruktur juga menjadi masalah , sementara dari sisi masyarakat belum bisa sepenuhnya menerima kehadiran BBN tersebut ini dikarenakan kurangnya sosialisasi pemanfaatan BBN dalam mendukung tercapainya Ketahanan Energi Nasional.

Belum lagi pengembangan EBT yang berbahan baku lain seperti air dan panas bumi, pemerintah juga dihadapkan kepada persoalan pelik banyak hambatan yang harus dilalui, sama seperti halnya BBN, seperti dipaparkan dalam BluePrint Pengembangan Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi disebutkan  persoalan insentif dan keterbatasan teknologi juga masih menjadi momok tersendiri bagi pengembangan EBT padahal  secara nasional, ketersediaan sumber EBT tersebar dan untuk beberapa jenis energi misalnya panas bumi dan air skala besar terletak pada daerah yang konsumsi energinya masih rendah. Kendala lain, keterbatasan penguasaan teknologi EBT dan konservasi energi nasional sehingga masih terbatas, sehingga sebagian besar masih tergantung pada teknologi negara maju serta rendahnya pemahaman masyarakat mengenai EBT dan budaya hemat energi. Peran serta masyarakat dan integrasi kebijakan di level Pusat dan Daerah menjadi pekerjaan rumah bersama untuk peningkatan peranan energi terbarukan diIndonesia. http://www.energiterbarukan.net

ditulis oleh: ferial


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: